Syeikh Nawawi Al-Bantani Al-Jawi

Bapak Kitab Kuning Indonesia.

Koruptor Masuk Surga

Bahkan Koruptor Pun Bisa Masuk Surga.

Indahnya Kebersamaan

Hargailah Waktu Bersama Orang-Orang Tersayang.

Penerimaan Santri Hubulo Tahun Pelajaran 2016/2017

Pendaftaran Santri Baru Pesantren Hubulo dibuka mulai tanggal 1 Maret hingga 22 Mei 2016.

Senandung Seribu Menara

Salah Satu Keindahan Mesir Sebagai Negeri Seribu Satu Menara Adalah Seruan Adzan Yang Sangat Merdu Serta Saling Bersahutan.

Showing posts with label HIKMAH. Show all posts
Showing posts with label HIKMAH. Show all posts

Sunday, April 5, 2020

Menjadi Pribadi yang Bermanfaat


Manusia tak dapat hidup tanpa bantuan orang lain, sekaya apapun orang tersebut. Setiap orang pasti membutuhkan bantuan orang lain. Dan setiap orang memiliki kelemahan dan keterbatasan. Di sinilah pentingnya kita memberi manfaat kepada orang lain. Setiap orang dapat memberi manfaat sesuai dengan kemampuan dan keahlian yang ia miliki. Seorang guru dapat memberi manfaat dengan ilmu yang ia miliki. Seorang petani dapat memberi manfaat dengan hasil panen yang ia dapatkan.
Besar ataupun kecilnya manfaat yang kita berikan, bukanlah menjadi hal yang utama. Yang paling utama adalah niat ikhlas untuk memberi manfaat kepada orang. Keikhlasan ini yang akan menjadikan amalan yang terlihat kecil dan remeh di mata manusia, menjadi bernilai tinggi di hadapan Allah swt. Sebagai contoh, sering kali orang meremehkan peranan guru ngaji di kampung-kampung. Ya, orang-orang yang ikhlas untuk mengajarkan kepada anak-anak kita bagaimana cara membaca al-Quran, tanpa meminta imbalan sepeserpun. Bukannya mereka tak butuh akan uang, tetapi mereka segan untuk meminta hal itu, meski sebenarnya mereka berhak untuk mendapatkannya. Mungkin, jika bisa digambarkan, mereka ini seperti para sahabat nabi saw., yang digambarkan di dalam al-Qur’an dengan:
...يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاءَ مِنَ التَّعَفُّفِ تَعْرِفُهُمْ بِسِيْمَاهُمْ لَا يَسْأَلُوْنَ النَّاسَ إِلْحَافًا...(البقرة: 273)
“...orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak...”.
Banyak orang yang meremehkan peranan mereka di masyarakat, padahal mereka memiliki peranan dan posisi penting dalam keilmuan Islam. Untuk mendalami ilmu keagamaan-langsung dari sumbernya-, seseorang harus menguasai bahasa Arab. Dan untuk menguasai bahasa Arab-beserta perangkat gramatika bahasa dan sasteranya-seseorang harus menguasai terlebih dahulu tulisan Arab. Dan penguasaan itu bisa diperoleh melalui-salah satunya-dengan belajar membaca al-Qur’an, karena dengan bahasa Arablah al-Qur’an diturunkan.
***
Rasulullah saw., bersabda:
خَصْلَتَانِ لَا شَيْءَ أَفْضَلُ مِنْهُمَا: اَلْإِيْمَانُ بِاللهِ وَالنَّفْعُ بِالْمُسْلِمِيْنَ. وَخَصْلَتَانِ لَا شَيْءَ أَخْبَثُ مِنْهُمَا: اَلشِّرْكُ بِاللهِ وَالضُرُّ بِالْمُسْلِمِيْنَ.
“dua perkara yang tidak ada sesuatupun lebih baik dari keduanya, (yaitu) beriman kepada Allah swt., dan memberi manfaat kepada kaum muslim. Dan dua perkara yang tidak ada sesuatupun yang lebih kotor dari keduanya, (yaitu) menyekutukan Alla swt., dan membahayakan kaum muslim”.
Syaikh Nawawi al-Bantani di dalam kitab Nashaihul ‘Ibad menjelaskan bahwa memberi manfaat kepada kaum muslim dapat dilakukan dengan perkataan, jabatan, harta, atau anggota badan.[i] Segala hal yang memiliki potensi untuk mendatangkan manfaat bagi diri dan orang banyak, harus dijadikan peluang untuk berbuat kebajikan. Yang menarik dari hadis di atas adalah bagaimana Rasulullah saw., menyandingkan kalimat “memberi manfaat kepada kaum muslim” dengan “beriman kepada Allah swt.”. Ini menunjukkan bagaimana tingginya posisi “memberi manfaat” di dalam ajaran Islam. Syaikh Nawawi-di dalam kitab yang sama-menjelaskan bahwa hal itu karena semua perintah Allah berpusat pada dua hal, yaitu mengagungkan dzat-Nya dan bersikap welas asih kepada makhluk ciptaan-Nya. Oleh karenanya, perintah sholat disandingkan dengan perintah untuk berzakat, atau perintah bersyukur kepada-Nya yang disandingkan dengan perintah untuk berbakti kepada kedua orang tua.[ii]
***
Saat ini, masyarakat Indonesia sedang menghadapi pandemi Covid-19, yang entah hingga kapan pandemi ini akan berakhir. Di bulan-bulan ini, masyarakat-terutama ekonomi lemah-akan menghadapi masa-masa sulit. Perekonomian bisa saja akan ambruk. Inilah saat yang tepat bagi kita untuk memberi manfaat bagi orang lain. Pemerintah dan pejabat dengan melakukan kebijakan-kebijakan yang tepat dan pro rakyat, ulama dengan memberikan nasehat-nasehat untuk terus bersabar dan mendekatkan diri kepada Allah, orang-orang kaya dengan menyisihkan sedikit dari hartanya dan membantu orang yang membutuhkan, dan orang-orang lemah dan terzhalimi dengan mendoakan para pemimpin dan dermawan dengan doa-doa kebaikan. Karena tiada penghalang antara Allah dengan doa-doa mereka.

Gorontalo, 05 April 2020


[i]lihat Nashaihul Ibad., h. 3-4.

Thursday, December 31, 2015

Memaknai Pergantian Tahun

Kembang api bertebaran di udara, suara terompet saling bersahutan. Pria wanita, tua muda semua bersuka cita menyambut pergantian tahun. Ada konser musik, ada pesta rakyat, ada pula yang pesta miras. Semuanya bersuka ria dan berpesta pora.
Namun, inikah yang seharusnya kita lakukan dalam menyambut pergantian tahun?
Sejatinya pergantian tahun sama halnya dengan pergantian hari. Siang menjadi malam, malam menjadi siang, dan siang kembali menjadi malam. Begitulah adanya.
Namun manusia mudah tertipu daya. Media membesar-besarkannya. Para idola memberi contoh dengan perbuatan dan kata-kata. Dan kita dengan mudahnya mengikuti itu semua.
Sejatinya, semakin bertambah hari, semakin berkurang jatah umur kita. Semakin bertambah umur, semakin dekat kita dengan ajal kita. Dan pergantian tahun hanya pertanda bahwa kita semakin dekat dengan kiamat. Sudahkah kita mempersiapkan diri dengan bekal amal untuk itu semua?. Layakkah kita merayakannya dengan kembang api dan segala tetek bengeknya? Atau jangan-jangan kita termasuk satu di antara sekian banyak orang yang terpedaya dengan propaganda?.
Sungguh, waktu yang telah berlalu tak bisa kembali lagi. Kita hanya bisa mensyukurinya atau menyesalinya. Bersyukur karena telah menggunakannya dengan sebaik-baiknya. Menyesali kelalaian diri dalam memanfaatkan waktu.
Alangkah baiknya bila kita meneladani Umar bin Khattab r.a., yang selalu menangis tersedu di setiap akhir malamnya karena takut bahwa dosanya hari ini lebih banyak dari amal ibadahnya. Takut karena tahu bahwa ini semua akan dimintai pertanggungjawabannya dari sang pencipta. Beliau senantiasa memberi wanti-wanti:
حَاسِبُوْا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوْا، وَ زِنُوْا أَعْمَالَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُوْزَنَ عَلَيْكُمْ
Hisablah dirimu sebelum engkau nanti dihisab (pada hari kiamat), dan timbanglah amalmu sebelum amalmu itu ditimbang atasmu.
Sungguh, amat merugi orang yang terpedaya oleh gegap gempita pergantian tahun, tertawa riang gembira melupakan segala dosa yang telah ia perbuat di sepanjang tahun. Sungguh, orang yang banyak tertawa di dunia, ia akan banyak menangis di dalam kuburnya, begitulah petuah sayyidina Ali.
Sungguh, amat beruntung orang yang senantiasa mawas diri. Selalu menghitung amal perbuatannya, apakah ia termasuk orang yang beruntung atau merugi. Sungguh, dengan demikian ia akan selalu memperbaiki diri dan bertaubat, memohon ampun atas segala dosa.
Mari kita maknai pergantian tahun dengan ber-muhasabah, seraya memohon ampun atas segala dosa kita, serta bertekad memperbaiki diri di hari yang akan datang.
وَ الْعَصْرِ ، إِنَّ اْلإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ، إِلَّا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا وَ عَمِلُوْا الصَّالِحَاتِ وَ تَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَ تَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Gorontalo, 31 Desember 2015

Sunday, April 21, 2013

Koruptor Masuk Surga

Korupsi telah menjadi budaya di Indonesia ini. Mulai dari pejabat tingkat desa hingga pejabat elite di negara ini. tak mengenal tua dan muda. Tak terkecuali dengan Pak Sugi yang menjadi anggota legislatif. Jangan tanyakan pada Pak Sugi berapa jumlah uang yang ia korupsi. Tentu saja ia tidak akan katakan itu pada anda. Siapa sih yang mau mengungkapkan boroknya sendiri. Pak Sugi tentu juga sudah lupa berapa jumlah uang yang sudah ia ambil dari kas negara. yang ia ingat, setiap ada tender proyek ia pasti akan mendapatkan komisi untuk memuluskan langkah salah satu pihak. 
namun ia bersyukur bahwa ia belum ada kasus hukum yang mendera dirinya terkait dengan korupsi yang ia lakukan. ia lebih beruntung dibandingkan dengan kolega - koleganya yang sudah dijerat hukum bahkan divonis hukuman penjara. untuk itu ia harus bersyukur. 
Untuk mengurangi rasa bersalah, ia sering memberikan sumbangan ke mesjid dekat rumahnya.  sejumlah uang selalu ia berikan kepada pengurus mesjid. tentu saja ia menyerahkan uang itu di hadapan jama'ah mesjid. hitung - hitung sekalian kampanye dan mengangkat image-nya sebagai seorang dermawan. sudah pasti uang sumbangan itu tidak sebanding jumlahnya dengan uang ia dapat dari korupsi yang mencapai milyaran rupiah. hebatnya lagi, ia berhasil mengelabui Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sehingga kedudukannya aman - aman saja. Keadaan itu terus berlanjut hingga ajal datang menjempunya.

Sunday, November 18, 2012

Memaknai Hijrah

Hijrah merupakan tonggak sejarah terpenting dalam islam sesudah diangkatnya Muhammad bin Abdullah sebagai Nabi dan Rasul. Hijrah merupakan titik awal kemajuan islam, sesudah dakwah islam di Mekkah mengalami penolakan dari penduduk Mekkah. Islam berkembang begitu pesat di Madinah, sesuatu yang tak akan terjadi bila Rasulullah dan Sahabat r.a. tetap bertahan di Mekkah.
Maka tak heran bila Amirul Mukminin Umar bin Khattab r.a. memilih Hijrah sebagai awal penanggalan kalender islam. Hijrah merupakan tonggak kebangkitan dan kemajuan islam, sesuatu yang ingin ditularkan oleh Umar bin Khattab r.a. kepada generasi umat islam. Setiap tahun berganti, hendaknya islam semakin maju dan berkembang, sebagaimana hijrah telah mengawali kejayaan umat islam.